Ads 468x60px

Pages

This is Your Life

This is your life

Do what you love, and do it often.

If you don’t like something, change it.

If you don’t like your job, quit.

If you don’t have enough time, stop watching TV.

If you are looking for the love or your life, stop.

They will be waiting for you when you start doing things you love.

Stop over analyzing, life is simple.

All emotions are beautiful.

When you eat, appreciate every last bite.

Open your mind, arms, and heart to new things and people, we are united in our differences.

Ask the next person you see what their passion is, and share your inspiring dream with them.

Travel often. Getting lost will help you find yourself.

Some opportunities only come once, seize them.

Life is about the people you meet, and the things you create with them. So go out and start creating.

Life is short. Live your dream and share your passion.

sumber : internet


Kunci Sukses Bisnis

1. Kunci Pembuka Rejeki adalah Berusaha + DOA

2. Kunci mendapatkan keuntungan adalah Jujur + DOA

3. Kunci Menambah Rejeki adalah Syukur & bersedekah + DOA

4. Kunci Memajukan Usaha Adalah Pandai Bertanya & Mendengar + DOA

5. Kunci Sukses adalah Sabar + DOA

sumber : www.kaskus.us/showthread.php?p=652993857

Di level Mana Kita Bermain ?


Bagaimana akhir kehidupan seseorang akan ditentukan seperti apa dia bermain hari ini. Kalau dia bermain seperti orang miskin maka akhir kehidupannya akan miskin meskipun hari ini dia berlimpah materi. Seseorang yang tampaknya biasa-biasa saja akan berakhir jadi orang kaya jika dia bermain seperti orang kaya. “It’s how you play,” kata Presiden IIBF, Ir.H. Heppy Trenggono, MKom, di depan 150 pengusaha di Jogjakarta, Sabtu siang. Besar kecilnya pendapatan seseorang di dalam hidup dan bisnisnya juga ditentukan bagaimana dia bermain. Karena ternyata , menurut Heppy  rezeki itu memiliki 4 level atau tingkatan. Setiap levelnya memiliki kualifikasi tertentu baik jumlahnya maupun orang yang berhak utuk mendapatkannya.

Level 1, Rezeki makhluk. Ini adalah level terbawah dimana Allah SWT menjamin rezeki untuk setiap makhluknya.  Bahkan ulat di lubang batupun ada rezekinya. Allah SWT memiliki cara sendiri untuk memberi rezeki kepada setiap mahluknya. “Cecak yang hanya bisa merayap dan tidak punya sayap tetapi dapat menangkap nyamuk yang bisa terbang,” kata Heppy memberi contoh.  Manusia, kata Heppy, yang tidak melakukan apa-apa dan hanya berdiam diri juga ada rezekinya. Tapi rezekinya adalah rezeki orang yang malas dan sama dengan rezeki makhluk.

Level 2, Rezeki Orang Yang Berusaha.  Orang yang berada pada level ini akan memperoleh seperti yang diusahakannya. Seseorang yang bekerja 8 jam sehari maka rezeki akan lebih banyak daripada mereka yang bekerja 4 jam. Seseorang yang berpendidikan tinggi rezekinya akan lebih baik dari mereka yang tidak berpendidikan atau pendidkannya lebih rendah. Orang mendapatkan rezekinya seperti yang dia usahakan. “99 persen manusia berada pada level ini, mendapatkan rezeki dengan cara mengandalkan kerja keras,” ungkap Heppy.  Orang yang berada pada level ini hidupnya sangat capek, bahkan banyak juga yang tidak memiliki kehidupan. Karena waktunya habis untuk bekerja keras sehingga tidak ada waktu lagi untuk bersosialisasi dengan tetangga dan orang-orang sekitarnya. Jika dia pebisnis kadang-kadang waktu untuk keluargapun ikut tersita karena dia sibuk dengan pekerjaannya.

Level 3. Rezeki Orang Yang Bersyukur.  Rezeki pada level ini diungkapkan Alqur’an untuk orang-orang yang mau menafkahkan hartanya.  Allah SWT akan membalas dengan sepuluh kali lipat, bisa 700 kali lipat atau bahkan tidak terhingga. Secara logika memang harta yang dikeluarkan itu akan mengurangi jumlahnya. Tetapi ini bukan permainan logika, karena faktanya sepuluh orang terkaya di dunia adalah mereka yang memiliki giving yang luar biasa. “Semua bangsa dan agama di dunia percaya bahwa bersedekah itu tidak akan mengurangi harta tetapi semakin memperbanyak harta,” kata Heppy. Masalahnya, lanjut Heppy, sangat sedikit orang yang meyakini hal itu. Dari yang yakin itu hanya sedikit orang yang mau melakukannya.

Level 4, Rezeki Orang Yang Bertaqwa.  Rezeki level ini adalah rezeki  yang terjadi pada orang yang hidupnya tidak pernah ada  rasa takut dan khawatir. Kedekatannya dengan Allah SWT membuat masalahnya banyak yang ditake over. Rezeki orang yang berada pada level ini adalah rezeki yang datang dari arah yang tidak disangka-sangka.  Orang yang berada pada level ini adalah orang yang hati, pikiran, ucapan dan tindakannya sangat terjaga. Hidup sebagai hamba yang berjuang dengan harta dan jiwa.  Rezekinya tidak ada lagi ukurannya karena sudah tidak terbatas lagi. “Orang yang berada pada level ini adalah orang yang sangat faham dan sudah menjalani pada level-level dibawahnya,” kata Heppy. Sayangnya, lanjut Heppy banyak orang merasa di level 4 tetapi sebenarnya di berada di level 1. Sudah pasti orang di level 4 ini bukan orang-orang yang kikir karena jika ia masih kikir berarti dia baru berada pada level 2.  Dia juga bukan orang yang malas yang hanya berdoa dan meninggalkan ikhtiar tetapi seorang pekerja keras yang berprestasi.
“Mengapa banyak orang yang ada di IIBF dengan masalah yang melilitnya bertahun-tahun dapat keluar dan kembali memiliki bisnis dan kehidupan ? mereka  kita ajak untuk bisa bermain di level empat,” ungkap Heppy.   Disiplinnya menurut Heppy adalah disiplin Alqur’an dan Hadist. Maka jika berbisnis masih menggunakan transaksi dan uang riba sudah pasti tidak bisa masuk dalam kategori  ini.
Acara yang digelar oleh IIBF Wilayah DI Yogjakarta  adalah pengajian bisnis yang khusus menghadirkan Presiden IIBF ke Jogjakarta.   Selain membincangkan tentang organisasi perjalanan ke Jogjakarta ini juga membicarakan tentang rencana membangun Pasar Indonesia sebagai gerakan Beli Indonesia. (AA )

Sumber : http://iibf-indonesia.com

7 Keajaiban Rezeki


Intisari dari buku 7 Keajaiban Rezeki oleh Ippho Santosa

1.      Sidik Jari Kemenangan  


2.      Sepasang Bidadari ( Orang Tua dan Pasangan )
-          Sampaikan impian pribadi ke sepasang bidadari kemudians elaraskan
-          Bagi pemula cukup miliki satu impian besar. Jangan miliki dua impian besar dalam waktu bersamaan
-          Bayangkan impian itu, kemudian berpura-pura seolah-olah itu sedang terjadi. Teruslah berpura-pura sampai itu benar-benar terjadi
-          Tetapkan kapan impian itu akan terjadi dan perjelas semuanya
-          Lakukan itu berulang-ulang. Lebih banyak lagi bagi pemula
-          Positifkan kata-kata. Lalu, batinkan kata-kata itu
-          Terapkan 7Y, Yakin, yakin, yakin, yakin, yakin, yakin, yakin !
-          Pantaskan diri  ( Ibadah yang rajin, bahagiakan orang tua, Perbaiki sikap dan tingkah laku kita )
-          Gabungkan adab doa dan LOA 

3.      Golongan Kanan
-          Asah otak kanan, pelajari tipsnya
-          Dahulukan pola pikir kanan dalam kehidupan, karier, dan bisnis
-          Beranikan diri mencoba hal-hal yang baru asalkan tidak bertentangan dengan hukum dan  agama

4.      Simpul perdagangan
Perdagangan merupakan salah satu dari pintu rejeki dan menjadi kaya merupakan anjuran dalam Islam asalkan digunakan untuk kebaikan. Dengan kekayaan, kita akan lebih mudah dalam beribadah. Sebaliknya, dengan kekafiran kita akan lebih dekat dengan kekufuran

5.      Perisai Langit
a.      Pemberian
-          Sedekah ( tingkatkan / usahakan minimal 10% dari keuntungan )
b.      Shalat
-          Shalat dhuha ( tingkatkan / usahakan minimal 6 rakaat )
-          Shalat tahajjud
-          Shalat taubat
c.       Sikap
-          Tawakkal
-          Syukur
-          Sabar
-          Husnudzon
d.      Perkataan
-          Dzikir
-          Istighfar
-          Shalawat
e.       Perbuatan
-          Berbakti kpd orang tua
-          Menikah
-          Memiliki keturunan
-          Berhaji
-          Berumrah
-          Silaturahim
-          Ikhtiar
-          Berdagang

6.      Pembeda Abadi
-          Cari sesuatu yang anda minati sekaligus anda kuasai
-          Pastikan itu betul-betul menghasilkan dan membahagiakan
-          Pantaulah persepsi public terhadap anda, lalu kendalikan
Contoh : anda dikenal sebagai orang IT oleh lingkungan anda
-          Temukan kata kuncian yang mewakili siapa anda, lalu eksposlah
Contoh : Arifin ilham > Dzikir, Andrie wongso > motivasi

Bisa jadi anda sungguh-sungguh dengan golonngan kanan, simpul perdagangan, dan pelangi ikhtiar. Tapi, tanpa pembeda abadi Anda akan menjadi orang rata-rata, kurang bergairah, bergerak lambat, gampang dilupakan, rentan dikalahkan, dan sukar untuk dibayar mahal

7.      Pelangi Ikhitiar
-          Impian
Memiliki impian yang besar
-          Tindakan
Memiliki keberanian untuk action dan kegigihan untuk terus action
-          Kecepatan
Kecepatan berguna pada saat melawan pesaing besar, intinya Time Management
-          Keyakinan
Yakin bisa mewujudkan mimpi karena Allah SWT selalu bersama orang-orang yang berusaha
-          Pembelajaran
Belajar dari action yang sudah dilakukan, share ilmu, belajar dari yang terbaik
-          Integritas / Kepercayaan
Jagalah integritas anda, buat orang lain terus percaya kepada anda
-          Keikhlasan
Jadikan semua itu ibadah dengan cara ikhlas

Tips Mendesign Iklan di Surat Kabar

Iklan koran yang baik selalu menggabungkan antara seni dengan motivasi. Iklan koran yang baik akan menjaga konsumen Anda tertarik untuk membacanya dari elemen satu ke elemen lainnya. Tidak ruwet. Tidak terjadi kemelut antara gambar dengan kalimat. Iklan koran yang hanya tampak bagus outlooknya bukanlah iklan yang baik. Iklan tersebut haruslah 'menjual'.

Berikut adalah tips agar konsumen Anda 'tanggap' terhadap pesan penjualan Anda dari awal baris sampai akhir baris iklan:

1. Hendaknya ketika Anda memutuskan untuk memasukkan iklan di koran, Anda memasangnya di sebelah kanan halaman. Secara psikologi, mata pembaca selalu melihat halaman sebelah kanan ketimbang kiri. Dengan memasangnya di sebelah kanan, Anda punya probabilitas yang lebih tinggi konsumen Anda akan membaca iklan Anda tersebut.

2. Taruhlah headline di mana konsumen Anda akan melihatnya terlebih dahulu. Biasanya ada di atas halaman iklan atau di sebelah kanan bawah gambar iklan/ilustrasi.

3. Paragrah pertama dari iklan tersebut haruslah pendek, tidak lebih dari 15 kata. Jika memasukkan lebih 15 kata, kemungkinan besar si konsumen akan segera beralih ke iklan lainnya.

4. Kalau Anda hendak memasukkan iklan yang sifatnya panjang karena informasi-informasi penting yang terkandung di dalamnya, gunakanlah poin-poin untuk membagi tiap-tiap paragraf dan tentu saja menambah ketertarikan si konsumen untuk membaca iklan Anda.

5. Untuk iklan yang bersifat panjang, masukkanlah ilustrasi/gambar.

6. Setiap empat atau lima paragraf, hendaknya Anda menggunakan sub headline untuk menambah interest pembaca. Terkadang, pembaca malas membaca iklan yang panjang-panjang dan cenderung melihat headline saja dan sub headline. Jadi maksimalkanlah judul headline dan sub headline tersebut untuk memaparkan pesan-pesan penjualan Anda.

7. Design dari iklan Anda seharusnya memiliki kotak yang memanjang alih-alih melebar sebagaimana iklan-iklan di koran.

8. Jangan pernah membuat iklan dengan background hitam dan tulisan putih. Konsumen Anda akan sulit membacanya dan cenderung mengacuhkan iklan semacam itu.

9. Gunakanlah huruf kecil seperti yang terdapat di koran atau majalah. KARENA HURUF KAPITAL LEBIH SULIT UNTUK DIBACA!

10. Kalau Anda menggunakan kupon dan semacamnya dimana Anda meminta konsumen Anda untuk membawa kupon iklan tersebut untuk mendapatkan special offer atau discount, hendaknya Anda menaruhnya di tengah iklan Anda untuk memperbesar peluangnya.

Mengapa Terjadi Penolakan ?

Coba Anda bayangkan, ketika mendekati seseorang yang Anda taksir dan mengungkapkan maukah kamu jadi pacarku? Atau “Maukah kau menikah denganku?”. Apa yang akan terjadi jika Anda mengungkapkannya pada beberapa orang dan tidak ada seorang pun yang menolak? Apa kata dunia???

Atau coba juga anda bayangkan bila setiap kali menawarkan sebuah produk, sang prospek mendengarkan penjelasan anda dengan antusias dan dia berkata “OK, berapa harganya? dan ketika Anda menyebut suatu angka , sang prospek dengan entengnya menjawab “Okey, saya beli”,

Kalau itu yang selalu terjadi, wah , orang akan berduyun duyun untuk menjadi penjual karena pekerjaan sebagai penjual akan menjadi paling menyenangkan yang menjamin keuangan dan kesejahteraan tanpa halangan apapun

Jadi sebenarnya, jangan pernah menganggap penolakan sebagai suatu hal yang aneh, hal yang menakutkan., atau bahkan menganggap bahwa penolakan sama dengan kegagalan.

Apa Penyebabnya ?

Tidak percaya.
Dasar sebuah penerimaan adalah kepercayaan. Tanpa adanya kepercayaan, tak akan ada hubungan bisnis, apalagi penerimaan. Jadi, penolakan paling sering terjadi karena ketidakpercayaan terhadap ide yang kita sampaikan , barang, ataupun jasa yang ditawarkan atau bisa juga pada orang yang menawarkannya. Ketidakpercayaan ini bisa saja terjadi karena ketidaktahuan, informasi yang kurang, informasi yang salah, ataupun pengalaman buruk yang menciptakan citra buruk yang menghapuskan rasa percaya. Misalnya: Beberapa penjual dari berbagai perusahaan komputer menawarkan dagangan mereka kepada bapak Rudi yang sedang mencari komputer. Karena bapak Rudi pernah punya pengalaman buruk dengan perusahaan A ( after sales service yang buruk), maka tawaran dari perusahaan A ditolak. Perusahaan B yang menawarkannya juga ditolak karena pak Rudi merasa belum pernah kenal dengan perusahaan ini, sehingga ia tidak mau mengambil risiko berhubungan bisnis dengan perusahaan yang reputasinya belum ia kenal., atau bisa juga dia tidak percaya dengan penjelasan yang disampaikan si penjual

Tidak melihat manfaat atau nilai tambah.
Orang “membeli” barang, jasa maupun ide bila ia merasakan ada manfaat nya atau bisa memberi nilai tambah. Penolakan bisa terjadi bila prospek tidak melihat adanya manfaat ataupun tidak memberikan solusi atas kebutuhannya.
Misalnya: Rina dan Dian sebagai sales di bidang property menjual rumah dengan tipe, luas bangunan, dan lokasi yang sama persi kepada Bapak Togar
Rina secara detail menginformaikan kepada Bapak Togar spesifikasi teknis rumah yang dijualnya, seperti luas bangunan, jumlah kamar, listrik dan hal lainnya yang bersifat teknis.
Sementara Dian , berusaha menggali apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh bapak Togar, baru dia menginformasikan berbagai manfaat rumah yang dijualnya kepada Bapak Togar , misalnya: lingkungan yang aman, pepohonan yang rindang, fasilitas keamanan 24 jam, dan lokasi yang dekat dengan berbagai fasilitas umum (Rumah ibadah, sekolah, pasar dan rumah sakit). Sudah bisa ditebak, rumah yang dijual oleh Dian lah yang akhirnya dibeli oleh Pak Togar, karena Dian tidak sekedar menjual “rumah” tetapi ia menjual “rasa aman, nyaman, lokasi strategis dan perlindungan dari resiko kerugian.
”Jadi, jangan jual produk atau jasanya secara teknis, tetapi terlebih utama jualah manfaatnya, karena orang bukan membeli barang atau jasa, tetapi menikmati manfaat dan nilai tambah dari barang dan jasa tersebut.

Harga
Jika “harga” terlihat terlalu “mahal” atau berada di luar kemampuan bayar “pembeli”, maka cenderung barang, jasa atau ide yang ditawarkan akan ditolak.
Sebenarnya “Mahal” atau “Murah” itu sangat relatif terhadap manfaat yang bisa dinikmati. Jika kita bisa meyakinkan bahwa manfaat yang ditawarkan jauh melebihi harga yang harus dibayar maka kemungkinan besar apa yang kita tawarkan akan diterima. Misalnya: sebuah printer berwarna seharga Rp 2 juta yang tadinya terlihat mahal akan terlihat relatif jauh lebih murah ketika manfaat lainnya sebagai scanner, dan mesin fax yang portable juga ditunjukkan (Beli satu printer dapat tiga manfaat). Jadi, daripada harus membeli tiga unit (printer, fax, dan scanner) dengan harga yang jauh lebih mahal, lebih baik beli satu printer dengan tiga manfaat.
Harga tidak akan menjadi penghalang, bila produk / jasa kita , memiliki nilai tambah dibanding pesaing ,

Penolakan tidak bisa dihindari, namun kita bisa memperkecil kemungkinan terjadinya penolakan.
Jangan pernah takut dengan penolakan, karena setiap penolakan yang kita terima, berarti kesempatan bagi kita untuk belajar belajar dan belajar lagi menjadi yang lebih baik

sumber : http://tipsntrikpenjualan.blogspot.com/2009/10/mengapa-terjadi-penolakan.html

Strategi Menjual Saat Krisis


Di saat perekonomian sedang dalam keadaan sulit, memang merupakan suatu hal yang tidak mudah untuk dapat memasarkan dan menjual suatu produk kepada orang lain. Selain itu, kendala berupa rasa kuatir akan keadaan perekonomian membuat kita menjadi ragu-ragu untuk memasarkan dan menjual produk kita di saat perekonomian sedang sulit. Menurut John Chapin, yang merupakan seorang sales trainer dan co-author of "Sales Encyclopedia," ada 7 strategi dalam memasarkan produk di saat perekonomian sedang mengalami kesulitan :

Jangan masalah perekonomian menjadi alasan untuk tidak memasarkan produk

Perekonomian yang sulit memang sering dijadikan alasan ketika kita mengalami kesulitan dalam memasarkan produk. Tetapi ketika kita melakukan hal tersebut, justru penjualan kita malah menjadi rendah. Cara terbaik yang perlu kita lakukan adalah memanfaatkan situasi perekonomian yang sulit bukan sebagai alasan untuk mundur, tetapi jadikan hal ini sebagai peringatan dan motivasi untuk bekerja dengan lebih keras dan juga memaksimalkan kepandaian yang ada. Ketika kita mundur, bisnis akan menurun, tetapi ketika kita bekerja lebih keras dan memaksimalkan kepandaian, maka bisnis akan berkembang. Seperti yang dikatakan "di saat segala sesuatu menjadi semakin semakin sukar, maka yang kuat atau tahan banting akan tetap berjalan".

Tingkatkan keahlian dalam penjualan

Ketika kesempatan dan prospek penjualan menjadi semakin kecil, kita harus berjuang dengan sebaik yang kita bisa. Hal ini berguna agar kita sangggup menjadi yang terbaik dalam penjualan kita. Dengan membaca buku, mendengarkan rekaman kaset dan CD, menonton DVD, akan membuat kita menjadi seperti spons yang akan menyerap semuanya. Strategi ini dapat menolong banyak salesperson untuk mengembangkan kemampuan yang ada. Seringkali kondisi seperti ini melahirkan ide-ide cara pemasaran yang baru.

Pertahankan perilaku positif

Perilaku atau sikap yang positif merupakan salah satu senjata penting dalam memasarkan produk. Hal yang harus dilakukan adalah memasukkan banyak ide bagus di dalam pikiran. Ambillah semua hal yang bersifat inspiratif, memberikan motivasi, positif, dan memberikan kesenangan. Gunakan semua hal tersebut sebagai pendorong untuk tetap mempertahankan tingkah laku yang baik dan tetap fokus pada tujuan.

Fokuskan kepada harga dan nilai produk

Pada keadaan ekonomi yang sulit seperti saat ini, orang lebih banyak memfokuskan diri pada harga dibandingkan faktor lain. Banyak orang mencari barang dengan harga termurah. Dengan melihat akan hal ini, maka kita harus lebih menonjolkan nilai lebih yang dimiliki oleh produk kita. Semakin anda mampu mendiskripsikan dengan baik benefit yang dimiliki, dan dikemas dengan strategi harga seperti diskon misalnya, maka anda masih ada peluang untuk meningkatkan penjualan.

Membangun hubungan yang baik
Hubungan baik dengan salesperson merupakan salah satu alasan mengapa konsumen mau melakukan hubungan bisnis dengan perusahaan. Dalam beberapa kasus, hubungan yang baik merupakan hal yang sangat penting, jadi kita perlu fokus untuk bukan hanya sekedar mengenal dan melakukan prospek kepada konsumen tetapi harus lebih diarahkan kepada membangun hubungan yang baik dengan konsumen.

Go back to the basic
Tingkatkan komunikasi tatap muka dengan konsumen dengan cara mengirim ucapan-ucapan selamat, up date info terbaru perusahaan, seringlah menyapa mereka jika bertemu, dan terus mengirim proposal. Hal yang harus diperhatikan adalahbagaimana meningkatkan hubungan dengan konsumen secara lebih personal , ketika kompetitor telah semakin menurun intensitas hubungannya dengan konsumen.

Ingat, Anda benar-benar bertanggung jawab kepada penjualan Anda
Jika kita telah memutuskan bahwa segala hal yang di luar diri sendiri, termasuk kondisi perekonomian akan mempengaruhi kesuksesan dan kegagalan anda, maka kita sendiri yang harus mengatur diri kita agar mencapai keberhasilan. Caranya ialah dengan mengingat bahwa kesuksesan sangat bergantung pada diri kita, kita memiliki semua ini, dan mengontrol diri kita. Asalkan kita memiliki alasan yang kuat untuk sampai kepada tujuan, kita pasti akan sampai ke tujuan yang kita inginkan, tidak perduli akan keadaan ekonomi atau apapun.

sumber :  Vibizmanagement - Sales & Marketing

(Disadur dari John Chapin. The American Salesman. Burlington: May 2009. Vol. 54, Iss. 5; pg. 3, 4 pgs).