Ads 468x60px

Pages

Showing posts with label Entrepreneurship. Show all posts
Showing posts with label Entrepreneurship. Show all posts

Teknik Mengambil Keputusan dengan Mengenali Akar Permasalahan

Diagram Ishikawa sering juga disebut sebagai diagram “sebab-akibat” atau diagram “tulang ikan”. Diagram ini adalah sebuah alat grafis yang digunakan untuk mengeksplorasi dan menampilkan pendapat tentang komponen inti suatu kondisi di dalam organisasi. Diagram ini juga dapat menyusuri sumber-sumber penyebab atas suatu masalah. Orang yang pertama kali mengenalkannya adalah Kaoru Ishikawa, seorang penemu alat-alat permesinan di tahun 1960-an. Walau terbilang lama, teknik ini masih banyak digunakan oleh para pengambil keputusan hingga hari ini karena kesederhanaan dan kepraktisannya.

Fungsi utama dari diagram Ishikawa adalah untuk mendapatkan beberapa sumber kunci yang memberikan kontribusi paling signifikan terhadap masalah yang sedang diperiksa. Sumber-sumber ini kemudian dipilih untuk proses perbaikan. Diagram ini juga menggambarkan hubungan antara berbagai faktor yang mungkin memengaruhi satu dengan lainnya.

Gambar di bawah adalah model diagram Ishikawa yang sederhana. Seperti diinformasikan di awal, diagram ini sering juga disebut dengan beberapa nama seperti diagram Ishikawa, diagram Cause-and-Effect, diagram Fishbone, dan Root Cause Analysis.


Konsep ini memberikan acuan penyebab utama (tulang besar) yang bersumber dari “4M”, yaitu: “materials”, “machines”, “manpower”, dan “methods”. Walau dalam pengembangannya, kita bebas melakukan modifikasi sesuai dengan masalah yang dihadapi. Barulah dari penyebab utama tadi kita pecah lagi menjadi poin-poin spesifik (tulang kecil).
Kuncinya adalah mendapatkan 3–6 kategori utama yang mencakup hal-hal yang berpengaruh paling besar. Jika pemimpin ingin mendapatkan informasi dan ide-ide tambahan, umumnya mereka melakukan brainstorming bersama tim yang berhubungan langsung dengan permasalahan yang ingin dipecahkan. Ide-ide besar diletakkan di “tulang besar” sedangkan ide spesifik diletakkan pada “tulang kecil”. Semakin detail sebuah ide melihat sebuah permasalahan maka akan semakin baik. Kedalaman maksimum “tulang” ini biasanya berkisar empat atau lima tingkat. Ketika gambar sudah lengkap dengan merujuk pada semua kemungkinan, proses penggambaran diagram ini bisa dianggap selesai.
Diagram “Cause-and-Effect” ini dapat digunakan oleh individu ataupun tim. Jika diterapkan kepada tim kerja, awalnya dimulai oleh pemimpin yang menggambarkan permasalahan utama yang akan dibahas, lalu meminta bantuan tim kerja untuk menentukan penyebab utama satu per satu dengan menggambarkannya di papan tulis dalam bentuk tulang besar maupun kecil. Tim ikut terlibat dengan mengajukan beberapa pertanyaan relevan dan signifikan, sambil terus mengeksplorasi semua kemungkinan sampai dirasa seluruh gambar telah terisi cukup untuk melihat secara menyeluruh dari semua sumbernya. Setelah gambar dianggap lengkap, seluruh tim ikut terlibat untuk menemukan kemungkinan dari akar penyebab masalah utama tersebut.
Diagram Ishikawa sangat bermanfaat bagi organisasi yang telah menerapkan knowledge management. Cukup dengan mengumpulkan ide-ide kelompok dalam suatu cara yang sistematis sudah bisa memfasilitasi pemahaman dan menemukan diagnosis dari sebuah masalah yang dihadapi sebuah organisasi.

Cara Menerapkan Diagram Ishikawa
  1. Tuliskan sebuah masalah utama yang ingin diteliti ke dalam kotak paling kanan.
  2. Seluruh anggota tim diajak untuk mengemukakan dan menemukan semua sumber permasalahan yang nyata maupun berpotensi muncul.
  3. Temukan penyebab-penyebab utama untuk dimasukkan ke dalam “tulang besar” yang akan dipasangkan ke dalam diagram. Seperti contoh di atas, “tulang besar” yang umum digunakan adalah “materials”, “machines”, “manpower”, dan “methods”. Hal ini sekali lagi tidaklah berlaku mutlak, silakan disesuaikan dengan masalah yang ada.
  4. Bentuklah beberapa kelompok diskusi yang jumlahnya sesuai dengan jumlah penyebab utama yang ditemukan pada proses sebelumnya, karena nantinya setiap kelompok akan menyelidiki lebih detail tiap penyebab utama tersebut. Idealnya, kelompok ini dibentuk sesuai bidang yang berhubungan dengan penyebab utama tersebut. Contohnya, untuk penyebab yang bersumber dari “mesin”, hendaknya dikupas oleh kelompok yang anggotanya berasal dari divisi produksi ataupun maintenance.
  5. Tiap-tiap kelompok mulai mencari faktor-faktor yang menjadi penyebab dari masalah utama dalam bagiannya, dan nantinya akan diletakkan sebagai “tulang kecil”.
  6. Hal yang perlu diperhatikan dalam diskusi ini adalah setiap variabel yang ditemukan haruslah spesifik, terukur, dan dapat dikendalikan.
  7. Pada akhirnya tiap kelompok mempresentasikan kepada keseluruhan tim atas hal-hal yang mereka dapatkan dalam diskusi, dan setiap temuan mereka dimasukkan ke dalam gambar besar dari semua kelompok sehingga terciptalah diagram Ishikawa yang utuh.
Hambatan-hambatan yang mungkin muncul dari pemimpin maupun anggota tim adalah:
  • tidak memiliki sikap terbuka sehingga tidak mampu melihat permasalahan secara utuh atau menyangkal adanya masalah dan tidak bisa menerima ide-ide baru;
  • takut salah dan takut dianggap tidak kompeten sehingga enggan untuk mengemukakan pendapat;
  • terlalu emosional dan berpikir subjektif sehingga tidak mampu melihat secara objektif atas sebuah masalah;
  • terlalu kaku dan serius selama proses pemecahan masalah, hal ini dapat menghambat ide-ide “di luar kotak” dan kreativitas muncul;
  • terlalu mengejar penyebab masalah yang bersumber dari faktor eksternal sehingga meletakkan tanggung jawab pada orang lain maupun situasi di luar diri maupun di luar tim kerja. Kondisi tersebut sangat tidak produktif, sehingga selama proses ini tidak banyak solusi yang dapat dilahirkan darinya.
Kunci dalam Menerapkan Diagram Ishikawa:
  • belajarlah untuk membedakan antara penyebab dan gejala. Fokuskan energi dalam mencari penyebab, jangan terjebak dengan jawaban-jawaban yang berupa gejala;
  • ide yang dimiliki jangan hanya disimpan di benak pemimpin dan anggota saja, tuangkan ke dalam diagram karena hal ini berpeluang memicu ide dan masukan dari anggota lainnya;
  • diagram yang telah digambarkan utuh jangan takut untuk di-review (dilihat kembali) dan di-refresh (diperbarui) jika sudah tidak relevan;
  • beri perhatian khusus pada penyebab yang muncul berulang kali;
  • review tiap kategori penyebab utama. Prioritaskan pembenahan pada penyebab yang paling signifikan terlebih dahulu;
  • uji kemungkinan penyebab yang paling signifikan tadi dengan data dan fakta pendukung lainnya.
Selamat mencoba, karena hasil akhir yang berkualitas dimulai dengan implementasi berkualitas (quality implementation/QI). (Kevin Wu)

sumber :  http://sme.marketing.co.id/2012/03/16/diagram-ishikawa-teknik-mengambil-keputusan-dengan-mengenali-akar-permasalahan/

TIPS menjadi seorang marketing SUKSES

Trik di bawah ini akan membantu membuat klien atau si calon bos baru itu bertekuk lutut. Ada beberapa kendala yang biasanya dihadapi oleh mereka yang gagal mendapatkan klien.

1. Tidak Tahu Kebutuhan Klien
Kesalahan yang sering terjadi adalah Anda tidak faham kebutuhan klien. Keberhasilan jualan, ditentukan pula oleh seberapa besar pengetahuan Anda tentang kebutuhan mereka. Misal, mereka sedang butuh pasta gigi, eh, Anda malah memberinya sabun mandi. Kalau mau tahu yang mereka butuhkan, cari informasi kanan-kiri, baik dari eksternal maupun internal klien sendiri.

2. Deadline Selalu Jadi Alasan
Soal deadline yang mepet kerap dijadikan dalih ketidakberhasilan menembus klien.Buatlah time table, daftarlah deretan nama klien lengkap dengan catatan karakter tiap produk/kebutuhan, lalu segera hubungi mereka sepagi mungkin. Percaya deh, dalam sehari banyak sekali yang bisa Anda lakukan.

3. Berkelit dari Birokrasi Rumit
Tidak perlu gemas dan ingin ‘membunuh orang’. Coba dong selidiki siapa yang paling berwenang atau decision maker di perusahaan tersebut, dan lakukan pendekatan personal. Biasanya bila kepalanya sudah bisa dipegang, Anda bisa memotong jalur birokrasi yang berbelit-belit. Anda juga bisa mengerahkan jejaring Anda di perusahaan tersebut.

4. Keahlian Menjalin Hubungan
Tak bisa dipungkiri, kelihaian menjalin hubungan personal, cukup menentukan keberhasilan usaha Anda menggaet mereka. Anda tidak harus menjadi psikolog untuk memenangkan hati mereka. Ada beberapa sikap yang biasanya diperlihatkan klien:

* “Wah, mau banget tuh”
Tanpa bertele-tele, mereka langsung oke saat Anda menyodorkan tawaran. Sikap welcome mereka juga ditunjukkan dengan langsung menjadwalkan bertemu dan presentasi, serta terjadi interaksi yang positif antara Anda dan mereka.
Bila akhirnya terjadi transaksi, tetaplah berhubungan. Tanyakan perkembangan setelah mereka menjadi klien Anda. Mintalah komentar atau kritik dari mereka untuk meningkatkan pelayanan perusahaan Anda.

* “Pikir-pikir dulu deh”
Mereka sebenarnya butuh atau mungkin suka dengan tawaran Anda, tapi merasa masih ragu. Bila menemui calon klien seperti ini, jangan mundur. Prinsipnya, yakinkan klien bahwa Anda tahu persis kebutuhan mereka. Berikan sejumlah benefit buat mereka, seolah Anda memang men-service, bukan menjual.
Beri waktu untuk membuatnya kembali berpikir. Biarpun saat itu mereka menolak, suatu hari nanti, bila mereka butuh, Anda pastilah orang pertama yang dicari.
* Enggak minat ah”
Duh, sungguh menjengkelkan memang jika belum-belum mereka sudah bilang tidak berminat. Apa yang bisa dilakukan? Gali lagi latar belakang calon klien dan minat mereka, kemudian dekati dengan cara lain yang lebih personal.
Mengetahui hobi mereka, bisa menjadi celah. Kalau mereka hobi nonton, berikan dong tiket pertunjukan, atau sesekali main ke kantor calon klien, dengan membawa makanan, bergaul dengan orang kantor di sana, dan sebagainya. Lakukan pendekatan untuk membuka peluang, setelah itu, baru ciptakan suatu kebutuhan calon klien terhadap produk Anda.

* Iya sih…tapi…enggak deh”
Sikap dan kemauannya serba tidak jelas. Dibilang nolak, tapi enggak, dibilang oke, tapi kok nadanya nolak? Ah, Anda dibuat pusing oleh ketidakjelasannya. Cara terbaik untuk menghadapi klien seperti ini adalah cari tahu sikap yang sebenarnya. Sebelumnya, Anda perlu tahu dulu kebutuhannya.
Anda bisa mendapatkan info ini dari orang-orang yang bekerja dengannya, atau dari pihak luar yang pernah bekerjasama dengannya. Kalau setelah pendekatan, sikapnya masih ngambang, tidak perlu memaksakan diri. Lebih baik, cari calon klien lain yang lebih punya sikap.

5. Kemampuan Jual
Selain soal kemampuan menjual, ada hal-hal yang sebenarnya sepele, tapi punya manfaat besar dalam interaksi Anda dengan klien. Ini kaitannya dengan pembawaan Anda.

* Penampilan oke
Anda tidak perlu menggerutu jika punya wajah tidak secantik Tamara Bleszynski (dia sih satu banding seribu) Penampilan oke bisa diperoleh dengan berpakaian sesuai ‘tema’ (jangan berpakaian kasual jika Anda menawarkan produk yang sangat feminin). Lalu percaya dirilah (yang ditampilkan dengan bahu tegak, mata menatap pasti, dan senyum yang konstan). Sikap ini akan membuat Anda terlihat sebagai orang yang sukses. Orang tentu akan lebih senang bertransaksi dengan orang yang tampak sukses daripada gagal.

* In the mood
Simpan dalam peti untuk sementara suasana hati yang buruk akibat patah hati. Tampillah dengan penuh gairah saat bertemu calon klien. Sebab hanya dengan emosi yang stabil, dapat tercipta energi dan mood yang baik.

* Say cheese
Senyum itu murah tapi punya dampak yang luar biasa. Senyum juga menular pada orang lain. Dengan senyum Anda dapat mencairkan suasana yang kaku, meredakan ketegangan dan kemarahan. Sulit menemui klien? Perlihatkan dong senyum terbaik Anda.

* Panggil nama
Mereka lebih suka bila Anda menyebut nama, ketimbang memanggil mereka dengan sebutan ibu dan bapak saja. Anda toh tidak sedang berinteraksi dengan orang asing di kendaraan umum, kan?

* Nada dan tekanan suara
Biar pembicaraan tidak monoton, perhatikan nada dan tekanan suara. Ada kata-kata yang perlu diucapkan biasa, dan ada pula yang perlu diberi tekanan untuk menunjukkan pentingnya maksud tersebut.

* Selipkan Humor.
Di sela-sela pembicaraan, selipkan humor yang bisa menyegarkan suasana. Tapi, sebaiknya pilih-pilih humornya agar tidak menyinggung klien. Bukannya sukses, mereka malah kabur.

Sumber : internet

10 Karakter unik konsumen Indonesia

Konsumen  Indonesia  ternyata  mempunyai  beberapa  ciri  khas  dan karakter  unik  yang  perlu  dicermati dibandingkan  dengan  konsumen  negara  di  Asia  lainnya  atau  Amerika  dan  Eropa.  Karakter  ini  perlu dipelajari untuk menyusun strategi pemasaran yang jitu agar mampu mendongkrak penjualan.
Dengan mengerti perilaku   konsumen   adalah   bagian   strategi   pemasaran   yang   efektif.   Chairman   Frontier Consulting Group Handi Irawan mengelompokkan karakter konsumen Indonesia menjadi 10 jenis

Karakter pertama, konsumen Indonesia mempunyai memori jangka pendek. Sebagian besar konsumen ingin memperoleh hasil atau keuntungan yang singkat dari hasil pembelian produk atau jasa. Tengok  saja,  mana  yang  lebih  banyak  pasarnya  antara  produk  penambah  tenaga  dan  produk  vitamin untuk kesehatan. Bandingkan juga antara kredit sepeda motor dan tabungan pendidikan. Jelas, produk suplemen   penambah   tenaga   lebih   menguasai  pasar,   begitu   juga   kredit   sepeda   motor   yang   lebih mendominasi. “Karena  itu,  berikan pemahaman  kepada  konsumen mengenai keuntungan jangka  pendek atau cepat. Strateginya, gunakan hadiah langsung atau promo lainnya yang mudah dipahami konsumen,” ujar Handi pada seminar bertajuk 10 Karakter Unik Konsumen Indonesia, di Jakarta, belum lama ini.

Karakter Kedua, umumnya konsumen Indonesia tidak memiliki perencanaan. Karakter ini berhubungan dengan  karakter pertama.  Konsumen  juga  kurang  menghargai  waktu  dan  memiliki  gaya  hidup  santai. Akibatnya, proses pembelian kurang efisien. Namun,  hal  ini bisa  dimanfaatkan dengan  menerapkan  strategi  produk atau  layanan  yang  mempunyai fleksibilitas  tinggi.  Artinya,  produk  itu  bisa  digunakan  alam  berbagai  situasi  multifungsi.  Agar  cepat tertuju kepada konsumen, gunakan display mencolok.

Karakter   Ketiga
,   konsumen   Indonesia   suka   berkumpul,   baik   dengan   kolega,   relasi   kerja,   dengan keluarga,  maupun  dengan  teman  satu  komunitas.  Karakter  ini  merupakan  bagian  dari  budaya  bangsa Indonesia sejak lama sehingga akan bertahan hingga beberapa puluh tahun ke depan. Dalam   kondisi   ini,   biasanya   teman   dan   kolega   bisa   memengaruhi   konsumen   dalam   mengambil keputusan  pembelian.  Cara  yang  efektif,  tingkatkan  komunikasi  terhadap  kelompok atau  grup  tempat konsumen berkumpul. Bentuklah opini yang dapat memengaruhi kelompok itu. “Konsumen   akan   membeli   atau   menggunakan   produk   jasa   jika   teman-teman   juga   membeli.   Jadi kelompok dan komunitas itu harus diedukasi,” kata Handi.

Karakter keempat adalah gaptek alias gagap teknologi. Konsumen Indonesia lebih doyan menggunakan teknologi   yang   sederhana   dan   tidak   rumit.   Contohnya,   perkembangan   teknologi   informasi   dunia mendorong   munculnya    telepon    seluler    dengan    beragam   fasilitas    mulai   dari   GPRS,   3G   hingga teleconference. Namun apa yang terjadi? Masyarakat Indonesia tetap menggandrungi telepon dan pesan singkat (SMS) sebagai cara  komunikasi efektif. Pasar yang  menggunakan  teknologi simpel lebih gemuk dibandingkan dengan pasar yang selalu mengadopsi teknologi tinggi.Cara  pemasarannya,  buatlah  teknologi  untuk  tujuan  fun  atau  hiburan,  serta  teknologi  yang  mudah digunakan    dan   aman.   Dalam    kondisi    ini,   menjadi    pengikut   kesuksesan    produk    lain    bisa    jadi pertimbangan dalam menyusun strategi.

Karakter   Kelima,   konsumen   Indonesia   lebih   mengutamakan   konteks,   bukan   konten.   Konsumen Indonesia bukan masyarakat yang menyukai informasi bersifat analisis data atau perdebatan, melainkan hiburan. Tengok  saja  acara  talk  show  atau perdebatan  konflik  politik  dibandingkan  dengan  talk  show  bertema hiburan seperti Empat Mata-nya Tukul. Peringkat yang paling tinggi tentu acara yang kedua. Masyarakat tidak  mau  menggunakan  banyak otak  saat menonton  atau  baca  koran. Masyarakat masih menjadikan televisi sebagai media hiburan, dan bukan informasi. Jadi, strategi pemasaran untuk konsumen ini adalah, membuat produk dengan kemasan dan desain yang menarik atau display yang mencolok, berikan pesan-pesan yang langsung dipahami konsumen.

Karakter  keenam
,  fanatik  terhadap  produk  buatan  luar  negeri.  Rasa  nasionalisme  bangsa  Indonesia relatif  lebih  rendah dibandingkan dengan bangsa  Korsel atau  Jerman  yang  menghargai produk  sendiri.
Masyarakat  kurang  menghargai  produk  asli  buatan  lokal  karena  kualitasnya  sulit  bersaing  dengan produk asing. Ada  beberapa  cara  untuk  mengakali  konsumen  dengan   karakter  seperti  ini.  Pertama,buat  produk dengan simbol-simbol asing seperti membubuhkan tulisan made in dalam label produk. “Namun jangan bohongi  dan  menipu  konsumen,”  kata  Handi.  Cara  lainnya,  membuat produk dengan  harga  premium, atau beraliansi dengan merek global.

Karakter ketujuh ,yaitu konsumen religius dan suka supranatural. Pasar bank syariah di Indonesia dalam tiga  tahun  terakhir  terus  naik  signifikan.  Pada  dasarnya  bangsa  Indonesia  itu  manusia  yang  baik  dan tidak suka mengolok-olok sehingga pasar ini tumbuh. Strategi untuk konsumen ini adalah bisa bergabung dengan asosiasi keagamaan, atau memberikan label religi  seperti  mendaftarkan  kehalalan  produk.  Cara  terakhir,  meluncurkan  produk  baru  untuk  segmen ini, karena potensi pasar religi ke depannya akan terus berkembang.

Karakter kedelapan, adalah pamer dan  gengsi,  ini  berkaitan  dengan  karakter  konsumen  yang  banyak menyukai produk asing. Kondisi ini didorong oleh masih adanya budaya feodal dan apresiasi berlebihan di tengah masyarakat. Strateginya  adalah,  ciptakan  produk  dengan  edisi  terbatas,  atau  produk eksklusif.  Bisa  juga  dengan memberikan layanan personal secara khusus.

Karakter  kesembilan,  adalah  kekuatan  subkultur  atau  budaya.  Di  beberapa  daerah  pengaruh  budaya lokal   masih   kuat.   Cara   pemasaran   untuk   konsumen    seperti   ini   dengan   memberikan    sentuhan kedaerahan,  baik  dalam  promo  produk  maupun  layanan.  Untuk  distribusi,  bisa  juga  menggandeng distributor lokal yang lebih memahami karakter daerah setempat.

Karakter kesepuluh  yaitu  rendahnya  kesadaran  terhadap  lingkungan.  Strateginya,  posisikan  konsep  ramah lingkungan  hanya  pada  level  perusahaan  bukan  lebel  produk  di  tingkat  konsumen.  Terapkan  produk ramah lingkungan untuk keperluan ekspor dan pasar luar negeri saja.Namun, karakter ini dalam beberapa tahun ke depan akan berubah seiring dengan maraknya kampanye kesadaran lingkungan dan pemanasan global sehingga harus diantisipasi.

Handi mengatakan beberapa karakter diperkirakan akan terus menguat dalam beberapa tahun ke depan sehingga   bisa   digunakan   perencanaan   dengan   baik.   Karakter   yang   terus   menguat   adalah   suka berkumpul, suka buatan luar negeri, dan suka religi, serta suka pamer dan gengsi. Karakter yang  melemah  seiring  dengan  perkembangan  zaman  adalah,  memori  jangka  pendek,  tidak memiliki perencanaan, gaptek, kedaerahan dan kesadaran lingkungan. (redaksi@bisnis.co.id)

Sumber : bisnis indonesia

5 Cara Meningkatkan Omset dan Keuntungan Bisnis Anda

Berikut  ini  cara meningkatkan omset dan keuntungan bisnis  yang lebih dikenal dengan istilah Five Business Chasis itu:

1.  Perbanyak  Prospek  (Leads).  Caranya  dengan  iklan,  buka  cabang,  sebar  brosur,  ikut  pameran  dll. Misalnya, anda buka toko di mal. Rata-rata yang masuk ke toko anda secara tidak sengaja adalah 1000
orang,  maka  prospek/leads  anda  adalah  1000.  Kemudian  anda  sebarkan  brosur  di  pintu  gerbang  mal yang mengundang orang supaya datang ke toko anda. Katakanlah prospek yang yang masuk ke toko dari brosur tersebut adalah 100 orang, jadi prospek anda menjadi 1100. Semakin banyak yang masuk ke toko anda berarti semakin banyak prospek anda.

2.  Perbanyak  Jumlah  Konversi  (Conversion).  Konversi  adalah  jumlah  prospek  yang  akhirnya  membeli produk  anda.  Misalnya  dari  1000  prospek  yang  masuk  ke  toko  anda  ada  250  orang  yang  membeli. Artinya  konversi  anda  adalah  25%.  Bagaimana  cara  menaikkan  konversi?  Contohnya:  berikan  garansi, berikan jaminan purna jual, delivery gratis, dll.

3. Naikkan Jumlah Transaksi. Jumlah transaksi adalah berapa banyak transaksi yang terjadi di toko anda per  hari,  per  minggu  atau  per  bulan.  Bagaimana  cara  menaikkan  jumlah  transaksi?  Lakukan  berbagai cara  agar  pelanggan  anda  lebih  sering  belanja,  misalnya  dengan  memberikan  hadiah,  bonus,  point, voucher dll.

4. Naikkan Jumlah Rata-rata Pembelian. Dari jumlah transaksi tersebut berapa rata-rata transaksinya?Misalnya toko anda memperoleh omset Rp. 1.000.000 per hari dengan jumlah transaksi 50, maka rata- rata  transaksi  anda  adalah  Rp.  20.000.  Caranya?  Anda  pernah  makan  di  McDonalds?  Setiap  kita  akan membayar,  pelayannya  selalu  tanya:  “Mau  tambah  french  fries  pak?”  Kalau  kita  jawab  iya,  dia  akan tanya:  “Yang  large  atau  medium?”  Kalau  kita  jawab  tidak  ingin  french  fries,  dia  akan  tanya  lagi:  “Es krimnya mau pak?” atau “Mau coba wafflenya pak?” Begitu seterusnya.

5. Naikkan Margin Keuntungan. Misalnya harga pokok produk anda adalah Rp.750. Anda jual Rp.1000,maka keuntungan anda adalah Rp. 250 atau 25% (Rp. 250 : Rp. 1000). Kemudian anda naikkan harganya Rp. 100 menjadi Rp. 1.100, maka margin keuntungannya menjadi 32% atau naik 7%.

Mari kita lihat angka-angkanya:

Sebelum:
Prospek 1000  x Konversi 25%  = 250 Orang Konsumen x 2  Transaksi x Rata-rata Transaksi Rp. 20.000  = Total Omset Rp. 10.000.000 x 25% Margin Keuntungan = Laba Rp. 2.500.000.

Dengan  teknik-teknik  di  atas,  kemudian kita  berhasil menaikkan  10% saja  untuk  setiap point  Business

Chasis di atas. Mari kita lihat angka sesudahnya.

Sesudah:
Prospek 1100 x Konversi 27,5% = 302 Orang Konsumen x 2,2 Transaksi x Rata-rata Transaksi Rp. 22.000 = Total Omset Rp. 14.616.800 x 27,5% Margin Keuntungan = Laba Rp. 4.019.620.

Jadi, dengan kenaikan 10% saja dari setiap point Business Chasis di atas berhasil menambah laba sebesarRp. 1.519.620 atau 61%!

Sumber : http://roniyuzirman.wordpress.com/2005/11/27/lima-cara-meningkatkan-omset-dan-keuntungan-bisnis-anda/

Cara Simpel Menghitung Keuangan Perusahaan


Rumus:
   1. margin = harga jual - hpp (harga pokok produksi)
   2. pemasukan kotor = total jumlah pemasukan
   3. laba kotor = pemasukan kotor - total hpp
   4. laba bersih = laba kotor - biaya bulanan - biaya tidak tetap bulanan
   5. laba bersih harian = laba bersih / 25 hari
   6. bep harian = total biaya harian / margin per produk
   7. biaya tidak tetap bulanan = total biaya tidak tetap tahunan / 12
   8. roi = laba akhir tahun / investasi awal tahun * 100%

Contoh : 
Andi punya karyawan 3 orang, dengan masing2 bergaji 850 rb. Sewa ruko bulanan 3.5 juta /bln. Harga produk rumah makannya = 8500 /porsi, dengan biaya produksi 5000 /porsi. Rata2 1 hari terjual 200 porsi. investasi awal selain ruko = 100 juta. Biaya lain2 per tahun berkisar 2.4 juta.

Maka :
1.       Margin = 8500 - 5000 = 3500 
2.       Pemasukan kotor bulanan = 8500 * 200 porsi * 25 hr = 42.500.000 
3.       Laba kotor bulanan = pemasukan kotor - (500 * 200 porsi * 25 hr) = 17.500.000 
4.       Laba bersih = laba kotor - biaya tetap bulanan - biaya tak tetap
       = 17.500.000 - (850.000 x 3) -   3.500.000 = 17.500.000 - 2.550.000 - 3.500.000 = 12.400.000 
5.       Laba bersih harian = 12.400.000 / 25 hari 
6.       BEP harian = ((biaya tetap bulanan + biaya tak tetap bulanan) / 25 hari) / 3.500
       = 6.050.000 / 25 /  3.500 = 69 porsi /hari

Sumber : kaskus.us

10 Kemampuan Untuk Sukses Menjalankan Bisnis Dengan Integritas

Strategi bukan hanya perkara menjadi yang baik pada apa yang Anda lakukan-Strategi adalah perkara menjadi berbeda dalam hal apa pun yang Anda lakukan.

~Michael Porter
Professor di Harvard Business School

Hampir sebagian besar orang lebih senang menjadi pewirausaha. Menjadi wirausahawan atau pebisnis dianggap cara yang paling tepat dan cepat untuk mencapai kebebasan waktu dan keuangan. Realitasnya memang sumber penghasilan orang-orang terkaya di dunia 74 persen berasal dari berbisnis.
Tetapi berdasarkan statistik, kurang dari 20 persen pebisnis berhasil melewati tahun ke-5. Sebuah pepatah bijak mengatakan, “Bukan soal menang atau kalah, melainkan bagaimana Anda memainkan bisnisnya.” Artinya memang tak mudah menjalankan sebuah bisnis, karena tak hanya butuh modal keuangan maupun mental, melainkan kemampuan agar dapat menjalankan bisnis dengan baik hingga mencapai sukses dan berintegritas. Berikut ini beberapa kemampuan yang harus dimiliki untuk menjalankannya.

Kemampuan pertama yang harus dimiliki untuk menjalankan sebuah bisnis adalah bertanggung jawab untuk menyajikan produk atau jasa yang berkualitas dan memberi manfaat yang optimal terhadap konsumen. Hal itu akan melahirkan situasi di mana pebisnis dan konsumen sama-sama mendapatkan apa yang diinginkan dan saling diuntungkan. Sehingga untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar dan bisnis bertahan hingga berjangka panjang, maka seorang pebisnis juga harus bertanggung jawab untuk menyajikan produk dan pelayanan yang lebih baik pula.Seperti Michael Porter pernah berkata,”Strategi menuntut pilihan. Anda harus memutuskan nilai apa yang hendak Anda sajikan, dan kepada siapa nilai itu hendak Anda sajikan. Anda tidak dapat menyajikan segala nilai kepada semua orang.”

Kemampuan yang kedua adalah kemampuan membaca peluang maupun risiko yang terhitung maupun tidak. Kemampuan membaca peluang merupakan kelebihan alamiah yang dimiliki oleh seorang pebisnis sejati. Kemampuan tersebut tentu saja tidak dimiliki oleh seorang profesor sekalipun yang hanya menguasai ilmu ekonomi secara teori.
Kemampuan ketiga adalah kemampuan bersikap jujur dan menjadi diri sendiri, karena setiap pebisnis merupakan pesan dari bisnis yang ia jalankan. Kejujuran menjadikan konsumen maupun investor yang menjadi bagian penting dari bisnis merasa aman dan nyaman serta menikmati aktivitas bisnis dengan pebisnis tersebut. Hal itu akan menumbuhkan kesetiaan, kepercayaan, dan hubungan yang erat dengan mereka. Dengan kata lain, reputasi kejujuran yang dimiliki oleh seorang pebisnis dalam menyajikan produk maupun jasa merupakan faktor penentu apakah nantinya ia akan berhasil mengembangkan bisnisnya atau tidak.

Selanjutnya, seorang pebisnis yang berhasil pasti mempunyai keberanian mengambil keputusan atau tindakan-tindakan bisnis walaupun hanya mendapatkan beberapa informasi dan bukan gambaran secara terperinci. Memang setiap keputusan atau tindakan-tindakan bisnis selalu mengandung resiko, misalnya inovasi produk atau jasa yang diluncurkan diterima atau ditolak oleh pasar. Jika bisnis cukup menguntungkan, tentu mengandung resiko yang lebih besar pula. No pain, no gain. Sebuah bisnis hanya akan berjalan di tempat atau bahkan hancur tanpa keberanian mengambil keputusan.

 Kemampuan lain yang harus dimiliki adalah menjadikan bisnis yang ditekuni sebagai sesuatu yang menyenangkan. Kehidupan kita sudah penuh dengan berbagai hal yang serius. Sehingga manusia cenderung lebih terkesan pada segala sesuatu yang bersifat menyenangkan dan menarik.
Berikut contoh-contoh hal menyenangkan yang dapat diaplikasikan kedalam bisnis; memberikan potongan harga atau ekstra produk khusus jika berhasil mengumpulkan poin tertentu. Contoh lainnya adalah berupa kejutan yang menarik dalam periode waktu tertentu. Mengirimkan surat tanda terima kasih atau ucapan selamat juga merupakan hal yang menyenangkan sekaligus menghargai orang lain. Konsumen yang menerima kejutan pasti merasa senang. Itu merupakan ciri khas yang unik. Jika seorang pebisnis mampu melakukannya, dapat dipastikan bisnisnya akan berkembang pesat. Karena apa yang kita berikan itulah nantinya yang akan kita terima.

Seorang pebisnis juga harus mempunyai kemampuan memanajemen, setidaknya kemampuan manajemen dasar. Berbisnis harus dilandasi oleh manajemen bisnis dan keuangan yang baik. Jika manajemen yang ia terapkan cukup baik, tertib dan disiplin, maka segala sesuatu ataupun sistem yang berkaitan dengan konsumen, kolega, maupun rekanan akan berjalan dengan baik pula. Sehingga, semua elemen yang terkait merasa puas dan senang berbisnis dengannya.

Selain memiliki kemampuan manajemen bisnis dan keuangan, seorang pebisnis haruslah mempunyai kemampuan memanajemen waktu, khususnya di awal bisnis dijalankan yang akan menguras banyak waktu. Selain fokus kepada pekerjaan, seorang pebisnis jangan lalai memberikan waktu dan perhatian terhadap keluarga. Kurangnya perhatian terhadap keluarga dapat memicu konflik dan berikutnya mempengaruhi kondisi emosional dan kebijakan bisnis yang diambil.

Untuk menjadi seorang pebisnis yang berhasil harus mempunyai kemampuan menguasai ilmu pengetahuan dan informasi tentang segala sesuatu yang berkenaan dengan bisnisnya. Ilmu pengetahuan dan informasi memungkinkan seorang pebisnis mampu melakukan dan menikmati kreativitas, contohnya: menciptakan inovasi produk baru, atau melakukan langkah-langkah guna mengantisipasi tantangan, tehnik produksi yang bertujuan untuk meningkatkan omzet. Ilmu pengetahuan dan informasi pada akhirnya sangat membantu pebisnis untuk membaca peluang yang menguntungkan, mengantisipasi kegagalan dan menciptakan daya tarik khusus dan unik bagi bisnisnya.

Seorang pebisnis juga harus mampu menyampaikan pesan tentang keunggulan produk melalui iklan atau promosi. Iklan atau promosi tentang produk maupun jasa yang baik setidaknya haruslah jelas, mudah dimengerti dan mengandung unsur humor. Bila perlu seorang pebisnis menyediakan kontak pelayanan, sehingga setiap orang yang terlibat dengan bisnisnya dapat berkomunikasi dengan jelas. Langkah tersebut sangat memudahkan usaha pebisnis memancing banyak orang untuk menggunakan jasa atau produk yang dipasarkan.

Jika pebisnis tersebut termasuk seorang pengusaha yang mempunyai karyawan cukup banyak, maka ia harus mampu menjadi pemimpin sebuah tim. Artinya, ia harus mampu menciptakan budaya yang baik di lingkungan pekerjanya sehingga produk dan layanan yang dihasilkan berkualitas spesial. Contoh budaya positif diantaranya adalah tersenyum saat melayani, produk berkualitas, garansi, dan lain sebagainya.
Semua kemampuan tersebut tentu tidak serta merta dimiliki oleh seorang pebisnis. Mungkin ada orang yang mempunyai bakat alamiah dan memiliki beberapa di antara beberapa kemampuan di atas. Tetapi tak menutup kemungkinan setiap orang diantara kita menguasai seluruh kemampuan tersebut, memiliki bisnis yang berintegritas dan mencapai puncak kejayaan jika kita mencoba menerapkannya sedikit demi sedikit. Selamat berbisnis.

sumber: pembelajar.com

Kunci Sukses Bisnis

1. Kunci Pembuka Rejeki adalah Berusaha + DOA

2. Kunci mendapatkan keuntungan adalah Jujur + DOA

3. Kunci Menambah Rejeki adalah Syukur & bersedekah + DOA

4. Kunci Memajukan Usaha Adalah Pandai Bertanya & Mendengar + DOA

5. Kunci Sukses adalah Sabar + DOA

sumber : www.kaskus.us/showthread.php?p=652993857

Tips Mendesign Iklan di Surat Kabar

Iklan koran yang baik selalu menggabungkan antara seni dengan motivasi. Iklan koran yang baik akan menjaga konsumen Anda tertarik untuk membacanya dari elemen satu ke elemen lainnya. Tidak ruwet. Tidak terjadi kemelut antara gambar dengan kalimat. Iklan koran yang hanya tampak bagus outlooknya bukanlah iklan yang baik. Iklan tersebut haruslah 'menjual'.

Berikut adalah tips agar konsumen Anda 'tanggap' terhadap pesan penjualan Anda dari awal baris sampai akhir baris iklan:

1. Hendaknya ketika Anda memutuskan untuk memasukkan iklan di koran, Anda memasangnya di sebelah kanan halaman. Secara psikologi, mata pembaca selalu melihat halaman sebelah kanan ketimbang kiri. Dengan memasangnya di sebelah kanan, Anda punya probabilitas yang lebih tinggi konsumen Anda akan membaca iklan Anda tersebut.

2. Taruhlah headline di mana konsumen Anda akan melihatnya terlebih dahulu. Biasanya ada di atas halaman iklan atau di sebelah kanan bawah gambar iklan/ilustrasi.

3. Paragrah pertama dari iklan tersebut haruslah pendek, tidak lebih dari 15 kata. Jika memasukkan lebih 15 kata, kemungkinan besar si konsumen akan segera beralih ke iklan lainnya.

4. Kalau Anda hendak memasukkan iklan yang sifatnya panjang karena informasi-informasi penting yang terkandung di dalamnya, gunakanlah poin-poin untuk membagi tiap-tiap paragraf dan tentu saja menambah ketertarikan si konsumen untuk membaca iklan Anda.

5. Untuk iklan yang bersifat panjang, masukkanlah ilustrasi/gambar.

6. Setiap empat atau lima paragraf, hendaknya Anda menggunakan sub headline untuk menambah interest pembaca. Terkadang, pembaca malas membaca iklan yang panjang-panjang dan cenderung melihat headline saja dan sub headline. Jadi maksimalkanlah judul headline dan sub headline tersebut untuk memaparkan pesan-pesan penjualan Anda.

7. Design dari iklan Anda seharusnya memiliki kotak yang memanjang alih-alih melebar sebagaimana iklan-iklan di koran.

8. Jangan pernah membuat iklan dengan background hitam dan tulisan putih. Konsumen Anda akan sulit membacanya dan cenderung mengacuhkan iklan semacam itu.

9. Gunakanlah huruf kecil seperti yang terdapat di koran atau majalah. KARENA HURUF KAPITAL LEBIH SULIT UNTUK DIBACA!

10. Kalau Anda menggunakan kupon dan semacamnya dimana Anda meminta konsumen Anda untuk membawa kupon iklan tersebut untuk mendapatkan special offer atau discount, hendaknya Anda menaruhnya di tengah iklan Anda untuk memperbesar peluangnya.

Mengapa Terjadi Penolakan ?

Coba Anda bayangkan, ketika mendekati seseorang yang Anda taksir dan mengungkapkan maukah kamu jadi pacarku? Atau “Maukah kau menikah denganku?”. Apa yang akan terjadi jika Anda mengungkapkannya pada beberapa orang dan tidak ada seorang pun yang menolak? Apa kata dunia???

Atau coba juga anda bayangkan bila setiap kali menawarkan sebuah produk, sang prospek mendengarkan penjelasan anda dengan antusias dan dia berkata “OK, berapa harganya? dan ketika Anda menyebut suatu angka , sang prospek dengan entengnya menjawab “Okey, saya beli”,

Kalau itu yang selalu terjadi, wah , orang akan berduyun duyun untuk menjadi penjual karena pekerjaan sebagai penjual akan menjadi paling menyenangkan yang menjamin keuangan dan kesejahteraan tanpa halangan apapun

Jadi sebenarnya, jangan pernah menganggap penolakan sebagai suatu hal yang aneh, hal yang menakutkan., atau bahkan menganggap bahwa penolakan sama dengan kegagalan.

Apa Penyebabnya ?

Tidak percaya.
Dasar sebuah penerimaan adalah kepercayaan. Tanpa adanya kepercayaan, tak akan ada hubungan bisnis, apalagi penerimaan. Jadi, penolakan paling sering terjadi karena ketidakpercayaan terhadap ide yang kita sampaikan , barang, ataupun jasa yang ditawarkan atau bisa juga pada orang yang menawarkannya. Ketidakpercayaan ini bisa saja terjadi karena ketidaktahuan, informasi yang kurang, informasi yang salah, ataupun pengalaman buruk yang menciptakan citra buruk yang menghapuskan rasa percaya. Misalnya: Beberapa penjual dari berbagai perusahaan komputer menawarkan dagangan mereka kepada bapak Rudi yang sedang mencari komputer. Karena bapak Rudi pernah punya pengalaman buruk dengan perusahaan A ( after sales service yang buruk), maka tawaran dari perusahaan A ditolak. Perusahaan B yang menawarkannya juga ditolak karena pak Rudi merasa belum pernah kenal dengan perusahaan ini, sehingga ia tidak mau mengambil risiko berhubungan bisnis dengan perusahaan yang reputasinya belum ia kenal., atau bisa juga dia tidak percaya dengan penjelasan yang disampaikan si penjual

Tidak melihat manfaat atau nilai tambah.
Orang “membeli” barang, jasa maupun ide bila ia merasakan ada manfaat nya atau bisa memberi nilai tambah. Penolakan bisa terjadi bila prospek tidak melihat adanya manfaat ataupun tidak memberikan solusi atas kebutuhannya.
Misalnya: Rina dan Dian sebagai sales di bidang property menjual rumah dengan tipe, luas bangunan, dan lokasi yang sama persi kepada Bapak Togar
Rina secara detail menginformaikan kepada Bapak Togar spesifikasi teknis rumah yang dijualnya, seperti luas bangunan, jumlah kamar, listrik dan hal lainnya yang bersifat teknis.
Sementara Dian , berusaha menggali apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh bapak Togar, baru dia menginformasikan berbagai manfaat rumah yang dijualnya kepada Bapak Togar , misalnya: lingkungan yang aman, pepohonan yang rindang, fasilitas keamanan 24 jam, dan lokasi yang dekat dengan berbagai fasilitas umum (Rumah ibadah, sekolah, pasar dan rumah sakit). Sudah bisa ditebak, rumah yang dijual oleh Dian lah yang akhirnya dibeli oleh Pak Togar, karena Dian tidak sekedar menjual “rumah” tetapi ia menjual “rasa aman, nyaman, lokasi strategis dan perlindungan dari resiko kerugian.
”Jadi, jangan jual produk atau jasanya secara teknis, tetapi terlebih utama jualah manfaatnya, karena orang bukan membeli barang atau jasa, tetapi menikmati manfaat dan nilai tambah dari barang dan jasa tersebut.

Harga
Jika “harga” terlihat terlalu “mahal” atau berada di luar kemampuan bayar “pembeli”, maka cenderung barang, jasa atau ide yang ditawarkan akan ditolak.
Sebenarnya “Mahal” atau “Murah” itu sangat relatif terhadap manfaat yang bisa dinikmati. Jika kita bisa meyakinkan bahwa manfaat yang ditawarkan jauh melebihi harga yang harus dibayar maka kemungkinan besar apa yang kita tawarkan akan diterima. Misalnya: sebuah printer berwarna seharga Rp 2 juta yang tadinya terlihat mahal akan terlihat relatif jauh lebih murah ketika manfaat lainnya sebagai scanner, dan mesin fax yang portable juga ditunjukkan (Beli satu printer dapat tiga manfaat). Jadi, daripada harus membeli tiga unit (printer, fax, dan scanner) dengan harga yang jauh lebih mahal, lebih baik beli satu printer dengan tiga manfaat.
Harga tidak akan menjadi penghalang, bila produk / jasa kita , memiliki nilai tambah dibanding pesaing ,

Penolakan tidak bisa dihindari, namun kita bisa memperkecil kemungkinan terjadinya penolakan.
Jangan pernah takut dengan penolakan, karena setiap penolakan yang kita terima, berarti kesempatan bagi kita untuk belajar belajar dan belajar lagi menjadi yang lebih baik

sumber : http://tipsntrikpenjualan.blogspot.com/2009/10/mengapa-terjadi-penolakan.html

Strategi Menjual Saat Krisis


Di saat perekonomian sedang dalam keadaan sulit, memang merupakan suatu hal yang tidak mudah untuk dapat memasarkan dan menjual suatu produk kepada orang lain. Selain itu, kendala berupa rasa kuatir akan keadaan perekonomian membuat kita menjadi ragu-ragu untuk memasarkan dan menjual produk kita di saat perekonomian sedang sulit. Menurut John Chapin, yang merupakan seorang sales trainer dan co-author of "Sales Encyclopedia," ada 7 strategi dalam memasarkan produk di saat perekonomian sedang mengalami kesulitan :

Jangan masalah perekonomian menjadi alasan untuk tidak memasarkan produk

Perekonomian yang sulit memang sering dijadikan alasan ketika kita mengalami kesulitan dalam memasarkan produk. Tetapi ketika kita melakukan hal tersebut, justru penjualan kita malah menjadi rendah. Cara terbaik yang perlu kita lakukan adalah memanfaatkan situasi perekonomian yang sulit bukan sebagai alasan untuk mundur, tetapi jadikan hal ini sebagai peringatan dan motivasi untuk bekerja dengan lebih keras dan juga memaksimalkan kepandaian yang ada. Ketika kita mundur, bisnis akan menurun, tetapi ketika kita bekerja lebih keras dan memaksimalkan kepandaian, maka bisnis akan berkembang. Seperti yang dikatakan "di saat segala sesuatu menjadi semakin semakin sukar, maka yang kuat atau tahan banting akan tetap berjalan".

Tingkatkan keahlian dalam penjualan

Ketika kesempatan dan prospek penjualan menjadi semakin kecil, kita harus berjuang dengan sebaik yang kita bisa. Hal ini berguna agar kita sangggup menjadi yang terbaik dalam penjualan kita. Dengan membaca buku, mendengarkan rekaman kaset dan CD, menonton DVD, akan membuat kita menjadi seperti spons yang akan menyerap semuanya. Strategi ini dapat menolong banyak salesperson untuk mengembangkan kemampuan yang ada. Seringkali kondisi seperti ini melahirkan ide-ide cara pemasaran yang baru.

Pertahankan perilaku positif

Perilaku atau sikap yang positif merupakan salah satu senjata penting dalam memasarkan produk. Hal yang harus dilakukan adalah memasukkan banyak ide bagus di dalam pikiran. Ambillah semua hal yang bersifat inspiratif, memberikan motivasi, positif, dan memberikan kesenangan. Gunakan semua hal tersebut sebagai pendorong untuk tetap mempertahankan tingkah laku yang baik dan tetap fokus pada tujuan.

Fokuskan kepada harga dan nilai produk

Pada keadaan ekonomi yang sulit seperti saat ini, orang lebih banyak memfokuskan diri pada harga dibandingkan faktor lain. Banyak orang mencari barang dengan harga termurah. Dengan melihat akan hal ini, maka kita harus lebih menonjolkan nilai lebih yang dimiliki oleh produk kita. Semakin anda mampu mendiskripsikan dengan baik benefit yang dimiliki, dan dikemas dengan strategi harga seperti diskon misalnya, maka anda masih ada peluang untuk meningkatkan penjualan.

Membangun hubungan yang baik
Hubungan baik dengan salesperson merupakan salah satu alasan mengapa konsumen mau melakukan hubungan bisnis dengan perusahaan. Dalam beberapa kasus, hubungan yang baik merupakan hal yang sangat penting, jadi kita perlu fokus untuk bukan hanya sekedar mengenal dan melakukan prospek kepada konsumen tetapi harus lebih diarahkan kepada membangun hubungan yang baik dengan konsumen.

Go back to the basic
Tingkatkan komunikasi tatap muka dengan konsumen dengan cara mengirim ucapan-ucapan selamat, up date info terbaru perusahaan, seringlah menyapa mereka jika bertemu, dan terus mengirim proposal. Hal yang harus diperhatikan adalahbagaimana meningkatkan hubungan dengan konsumen secara lebih personal , ketika kompetitor telah semakin menurun intensitas hubungannya dengan konsumen.

Ingat, Anda benar-benar bertanggung jawab kepada penjualan Anda
Jika kita telah memutuskan bahwa segala hal yang di luar diri sendiri, termasuk kondisi perekonomian akan mempengaruhi kesuksesan dan kegagalan anda, maka kita sendiri yang harus mengatur diri kita agar mencapai keberhasilan. Caranya ialah dengan mengingat bahwa kesuksesan sangat bergantung pada diri kita, kita memiliki semua ini, dan mengontrol diri kita. Asalkan kita memiliki alasan yang kuat untuk sampai kepada tujuan, kita pasti akan sampai ke tujuan yang kita inginkan, tidak perduli akan keadaan ekonomi atau apapun.

sumber :  Vibizmanagement - Sales & Marketing

(Disadur dari John Chapin. The American Salesman. Burlington: May 2009. Vol. 54, Iss. 5; pg. 3, 4 pgs).

MARKETING MIX 4P

Marketing Mix terdiri dari :
product(produk)
price(Harga)
place(tempat/distribusi)
promotion(promosi)..

1).Product

sebenarnya adalah barang atau jasa yang dijual kepada commercial consumer (misalnya pembeli motor untuk dijual kembali atau untuk disewakan) atau end consumer (memang pengguna motor untuk aktivitas sehari-hari)…!!! Dari sisi penjual … untuk memasarkan ini ada chain of distribution/ distribusi berantai,,,,, dari penjual mesin, dirakit oleh pabrikan, dilempar ke distributor, dilempar ke dealer, baru pembeli bisa membeli motor yang diinginkan…!!! Dan satu hal yang penting adalah memahami keinginan end consumer… dan target market yang mau dicapai apa..???

Product sendiri dapat dibagi ke dalam 3 level yaitu :
•Level 1 adalah Core Product atau gampangnya benefit / manfaat yang diperoleh.
Kalo mie instan ya, mengisi perut yang lapar secara cepat (instan) dan sifatnya mudah disimpan dan dipakai/ dimasak kapanpun….serta dalemnya udah lengkap sama bumbu jadi gak usah numbuk buat bikin bumbu..cara masaknya pake aer(murahh),gak pake minyak goreng…
Kalau motor yah manfaatnya ke kantor lebih cepet… nggak macet… !!! Penggunaan bensinya yang lebih sedikit,lebih ekonomis…!!! Demikian juga dengan montir nya lebih murah dibandingkan dengan kendaraan roda empat misalnya.

•Level 2 adalah Actual Product, yaitu tangible product yang bener dapat dirasakan. Faktor yang perlu diperhatikan terkait dengan actual product adalah masalah quality, colour, design / style, branding, kualitas /specs. Nah klo mie instan gmna dengan indomie yang udah gak diragukan lagi soal kualitasnya..rasanya..trus udah ada sayuran+daging didalemnya..trus kemasannya ada yang dari foil
Klo product motor… gimana misalnya dengan motor merek yamaha.. gimana kualitasnya… colour nya oke atau nggak..gimana dengan design… kualitas.. brand image nya gimana… !!!

•Level 3 adalah Augmented Product, yaitu non-physical yang melengkapi / menyertai product tersebut, seperti : customer care, masalah financing (leasing), installation, after sales services, delivery product, dan warranty…!!!

Jadi semakin product tersebut mempunyai kelebihan dibandingkan dengan product lain… apalagi sampe level 3 dibandingkan brand lain.. otomatis product itu unggul mutlak.. maka makin tinggilah product tersebut dimata customer…!!! Nah jika nanti sudah dikaitkan dengan harga… (nanti ada pembahasan tersendiri), maka product tersebut secara value lebih tinggi dibandingkan dengan product lainnya…!!!
Nah suatu product juga ada product life cycle…
dimana ada product yang dikembangkan, selanjutnya product diperkenalkan ke konsumen, selanjutnya product itu mengalami growth… teruz kearah mature.. (udah mentok) dan akhirnya pelan-pelan decline dan akhirnya digantikan oleh product yang baru…!!! jadi.. nggak mungkin ada brand A… dipertahankan terus sampe tua..mau nggak mau… suatu ketika kudu diubah.. yah apalagi kalau nggak konsumen nggak statis… selalu dinamis..!!!

2).Harga

Harga yang akan dibahas disini saya kaitkan dengan marketing. Sebelum menetapkan harga pada suatu product, misalnya produk bapak pengen banderol sebesar x rupiah, kita harus tau dulu price objective kita apa…??? Misalnya kalau mau cari keuntungan jangka pendek… yah kita bisa banderol harga produk tinggi pas permintaan banyak… kaya penjual daging menjelang lebaran…!!! Tapi kalau pricing objectivenya ‘increase market share’ (mencari pangsa pasar) yah kita harus netapin harga dimana pada harga tersebut udah biasa/ngtren terhadap product tersebut bakalan meningkat dengan kalap…misalnya tahu dijual 500 rupiah,,klo dijual 1000 dengan kualitas dan besar yang sama kayaknya gakan laku deh!!! Atau price objective nya ‘match competitor price’/ nyamain pesaing… kalo harga kompetitor turun… product yang kita bikin kudu bisa turun juga harganya..Dan masih banyak lagi pricing objective lainnya… tapi apapun pricing objective yang kita pilih, kita kudu mempertimbangkan hal berikut :

1.Overall objective, baik itu financing, marketing, atau strategic objective…!!
2.Objective dari product itu sendiri
3.Price elasticity, jangan sampai pas sudah diturunin harga.. ternyata nggak meningkat permintaan karena inelastic/ beku/gak pengaruhhhh...
4.resource yang dimiliki, jangan sampai pas booming karena diberikan discount tinggi.. stock nggak ada… kecewaaa deeeh pembeli…!!!
Nah berikut adalah strategi menetapkan harga atau pricing strategi matrix…
Pricing Strategy Matrix merupakan quadrant yang menggambarkan hubungan antara kualitas product dan harga . Terdapat 4 quadrant sebagaimana dapat dilihat pada matrix berikut yaitu :

http://photoserver.ws/images/XqrS4eeb06937c6b7.jpg
1.Premium Pricing, yaitu suatu product yang mempunyai kualitas tinggi dicharge pricenya juga tinggi…!!! Apa ada product mobil yang begini… yah ada aja… terutama mobil yang custom… yang limited edition kaya mobil punya Melinda D yang lagi rame kemaren di berita yaitu mobil ferari yang mewah itu lo pak.. ini biasanya mempunyai segmentasi sendiri…. !!!
Seperti teman saya yang beli ikan hias sampe bisa berjuta juta padahal menurut saya yg gak mengerti tentang ikan hias itu harga yang luar biasa untuk seekor ikan KOI (mirip ikan mas) .. Beberapa product barang… bahkan kalau nggak ngerti bisa pusing tujuh keliling… untuk memahaminya.. kenapa harganya kok tinggi sekali… seperti lukisan dari pelukis ternama, barang antik, batu nyeleneh/jimat, pedang / keris …etc bisa harga ratusan juta, milyaran… bagi konsumen awam.. pasti nggak faham kok bisa segitu mahal… tapi bagi konsumen yang paham.. yah harga segitu wajar… jadi sangat subjectiv masalah kualitas tersebut…!!!

2.Penetration Pricing, yaitu suatu product yang mempunyai kualitas tinggi diberi harga yang rendah. Hal ini bertujuan untuk penetrasi pasar, dalam artian konsumen yang sebelumnya setia dengan suatu product yang katakanlah biasa-biasa saja mutunya, namun dibanderol dengan harga tinggi… akan berpikir kembali dan mempertimbangkan product lain yang baru masuk… yang mempunyai kualitas cukup baik namun dengan harga yang lebih murah…!!! Konon zaman dahulu kala, product jepang yang lumayan kualitasnya …dijual dengan sangat murah… dan ini bertujuan untuk menghancurkan product dari negara barat..!!! Hal ini bertujuan.. setelah hancur product barat tersebut… pasar dikuasai…

3.Skimming Pricing, yaitu suatu product yang mempunyai kualitas rendah dijual dengan harga tinggi…!!! Loh kenapa bisa ?? Yah ini bisa terjadi.. karena kurangnya kompetitor… jadi konsumen didikte oleh produsen… dan konsumen tidak berdaya…!!! Penyebab lain.. konsumen nggak mengerti betul akan product tersebut… spec teknisnya gak terlalu mengerti… jadi dibanderol lebih tinggi .. Diberbagai sumber juga disebutkan, bahwa hal ini nggak akan berlangsung lama (not sustainable).. karena akan muncul pemain-pemain baru… yang melihat celah ini.. dengan menjual product yang lebih murah dengan kualitas yang sama…!!! Dan mulailah harga yang tinggi tersebut terkoreksi… yaitu mau tidak mau ikut turun.. kalau nggak pangsa pasarnya …akan tergerogoti..!!!

4.Economy Pricing, nah ini banyak terjadi yaitu product yang dijual memang mutunya rendah… dan harganya pun rendah…!!! Biasanya jurus ini digunakan untuk menjual kepada konsumen dengan segmentasi tertentu…!!! Misalnya konsumen yang sangat berpenghasilan rendah atau sifat barang tersebut tidak terlalu fundamental….sabun yg bentuknya candybar mungkin kan yg cair mahal  ,dll..

3).Tempat atau Distribusi
Tempat, atau dikenal pula sebagai channel atau beberapa menyebutnya channel distribution atau intermediary… yang intinya adalah suatu mekanisme dimana end product dipindahkan dari pabrikan ke commercial user ataupun end user…!!! Dan peranannya sangat lah penting…. tanpa channel distribution yang kuat susahlah…. penjualan product tersebut sukses di lapangan..!!! Terdapat berbagai bentuk channel distribution :

1.Wholesale (Grosir atau Pedagang besar etc.), salah satu channel distributor ini berfungsi sebagai pembeli partai besar dari pabrikan…!!! Setelah itu menyalurkannya kepada retailer untuk dijual kepada end user.Untuk beberapa product keberadaannya cukup membantu pabrikan, misalnya pabrikan nggak perlu menyediakan gudang banyak-banyak, pencetakan brochure dilakukan oleh grosir sehingga menghemat cost pabrikan

2.Retailer, nah yang satu ini memang fungsinya menjual product eceran kepada konsumen. Beberapa retailer ada juga yang menjual product lain.. kayak supermarket,,warung pokoknya pedangang eceran…

3.Agent, Sering kali ini disebut juga calo atau makelar dsb…!!! Fungsinya sih sebagai jembatan juga antara konsumen dan produser, namun si agent ini akan menghubungi ntah retailer atau grosir dan menjual productnya dan mendapat komisi atas jasanya tersebut. Ada juga agent untuk penjualan luar negeri.. yang ini biasanya hubungannya dengan produsen langsung… !!!

4.Internet, dulunya gak kepikiran channel distributor dengan hal ini..!!! Tapi sekarang sudah hampir lumrah menjual product dengan bantuan internet…!!! Misalnya saja, saya butuh tas/sepatu.. tinggal ngakses website nya kaya tokobagus,KASKUS FJB pastinya dll .. click sana click sini.. pesan.. transfer uang isi alamat pengiriman. dan barang nggak berapa lama ada…!!! Jadi saya nggak perlu contact ke retailer di Indonesia.. dsb…!!!

5.Chanel distribution lainnya seperti, Multi-Level Marketing, door-to-door…
Persoalannya adalah bukan banyaknya channel distribution …atau seberapa besar distribution suatu product..!!! Yang terpenting seberapa efisien channel distribution… Jika terlalu banyak / panjang channel distribution pasti akan menyebabkan product yg dijual akan mahal… lha iyalah.. emang channel distribution tidak mengambil margin…!!! Belum lagi jika ada… pelayanannya yang kurang ramah… produser nggak tahu… tapi si konsumen udah sumpah serapah nggak bakalan balik lagi.. atau beli product tersebut…!!! jadi yang rugi adalah produsen juga… !!

sebenernya yang penting adalah gimana bikin channel distribution yang pas.. dalam artian kalau memang bisa diperpendek, kenapa nggak…??? Mungkin aja suatu waktu misalnya saya pengen beli baju… tinggal click-sana click sini… langsung barang dikirim...saya senang dengan pernyataan teman saya ‘kalau duit masuk jangan dipersulit… kalau duit keluar nah dipersulit boleh deh…!!!’ … jadi terserah bapak… apa customer mau dipersulit atau dipergampang.. di bikin setengah sulit atau setengah gampang… hahahaha!!

4). Promosi
Nah ini P’s yang terakhir yaitu Promotion. Nah, bicara tentang promotion itu kudu mengenal dulu yang namanya marketing communication process…!!! Namanya juga communication process ini cukup penting.. bicara tentang communication process, dimulai dariSender (misalnya ATPM) akan membuat iklan yang specific tentang motor baru ..oke..!!! Disini ada process encoding … yah iklannya tadi setelah dibuat… ntah model jembatan roboh.. ayam terbang-terbang…!!! Dan mediayang dipilih adalah TV. Nah sewaktu TV tersebut menanyangkan maka ada process decoding… yaitu iklan yang disiarkan tadi diubah sama TV menjadi tayangan bergerak… dan akhirnya diterima oleh Receiver dalam hal ini calon pembeli/konsumen. Nah konsumen ini akan memberikan response, misalnya akan menghubungi dealer, nanya-nanya di blog ini etc. Selanjutnya ada feedback… kalau dia tertarik yah dia akan beli… kalau nggak yah tentu nggak jadi beli…!!! Nah selama process tersebut pasti ada noise… ntah ada iklan lain.. yang membuat konsumen nggak jadi milih product tersebut…!!!
Berbagai cara orang melakukan promosi, dan promosi itu caranya nggak satu…!!! Nah kalau di marketing ada marketing mix, maka di promotion… juga ada promotion mix yaitu kombinasi cara-cara yang ditempuh dalam mempromosikan product nya, yaitu :






1.Personal Selling, nah ini bisa melalui seorang sales entah itu sales promotion girl, ntah itu seseorang bilang “belilah ini…belilah itu…” yang berusaha menyakinkan pembeli untuk membeli product tersebut…!!! Personal selling ada yang dibayar untuk itu, ada juga yang gratis… misalnya seseorang menyarankan temennya untuk membeli product tersebut.

2.Sales Promotion, ini juga merupakan cara… misalnya buy one get one…!!! Diskon segini buat beli barang sekian kodi… atau jam segini beli discount 25% untuk pengguna card itu… dan masih banyak penggabungan / discount sebagai sarana promosi suatu product.

3.Public Relation (PR), ini juga banyak dilakukan baik menggunakan seseorang sebagai public figur, misalnya Anang dan ashanti dipakai sebagai public figur merk HP tertentu misalnya…!!! Public Relation juga bisa ditaroh misalnya di web/Internet yang menerangkan mengenai technologi, spec,kelebihan suatu product.. sehingga orang tertarik untuk membelinya.

4.Direct Mail/Phone, nah strategy ini dilakukan kepada spesifik customer yang diperkirakan mau untuk membelinya. Paling banyak dipakai misalnya untuk memasarkan product kartu kredit…!!! Suka ada telepon tiba”… untuk ngajakin bikin/ngambil kartu kredit…!!! Ataupun melalui surat/e-mail juga banyak promosi mengenai suatu product.

5.Trade Fairs and Exhibition, yah ini udah nggak perlu saya ceritakan deh.. udah banyak… contoh nya..yang intinya pameran ..produk kebanggaan indonesia.. sekaligus juga bisa digunakan sebagai ajang promosi.

6.Sponsorship, yaitu suatu organisasi ikut serta dalam suatu event karena mengharapkan imagenya ikut terangkat. cara ini misalnya dilakukan oleh Fiat untuk ikut serta sebagai sponsor Valentino Rossi dalam motoGP…!!!
Nah cara-cara promosi diatas banyak… tapi yang paling efektif adalah… dengan cara yang dipilih .. penjualan meningkat.. dengan cost promosi yang minimal… itu baru top banget…!!! Yang salah tuh… jika promosi yang mahal udah dipilih… penjualan nggak kedongkrak… sama juga rugi bandar…!!! Jadi yang jelas kita nggak bisa membohongi customer… soalnya customer makin lama makin pinter kok…!!! So.. kuncinya adalah kejujuran… kalau product bagus bilang bagus… product jelek kasih kritik supaya jadi bagus…. Benar nggak… ???
Oke gan..
setelah mengetahui sekilas (yah lumayan laah) mengenai Marketing Mix yang 4P’s itu… gimana sih mau diimplementasikan.. ??? sudah ketahui berdasarkan survey bahwa mayoritas responden, misalnya menginginkan produk televisi dengan ketajaman layar yang tinggi,trus remotenya gak pake batre misalnya.. dan lain2 tentu harus berdasarkan responden masing masing produk..Terus gimana selanjutnya nerapin Marketing Mix itu, dengan komponen Product, harga, distribusi dan Promosi…!!! Mari kita coba bahas sedikit disini gan ..

Product
Karena udah ketahuan bahwa market senengnya begitu, maka product tersebut didesign sedapat mungkin memenuhi ekspektasi konsumen. At least majoritas keinginan / mindset konsumen terpenuhi…!!! Product yang mau didesign dan diluncurkan sebaiknya cepetan… karena mumpung belum ada pemain disini…!!! Namun yang perlu diingat bahwa product ini..harus menjangkau sampai 3 level yaitu sampai augmented product … jadi product kita tidak hanya mutunya bagus saja, specnya oke tapi juga mencakup pelayanan penjualannya juga top,, deliverynya cepet.. Kalau gini khan product kita.. ratingnya meningkat… kalau ibarat cewek cantik,baik,ramah, udah gitu kaya,gak matre dan tidak sombong..nah, gmn coba …

Harga

Pabrik harus efisien untuk nekan cost production….!!! Perlu ada nya target costing… yaitu jika kita mau set harga penjualan sekian rupiah… maka margin tipis sekian… maka cost mau nggak mau kudu bisa segini… !!! Jangan.. karena udah ada target begitu… terus kualitas diturunin… !!! Bisa aja kan karena emang efisiensi… ntah overhead cost kita kurangin…Intinya pada point ini adalah… setelah kualitasnya bagus… harganya terjangkau… !!!

Place/ distribusi
Nah .. place itu khan gimana bikin channel distribution yang oke…!!! Hal ini tinggal kita cari datanya dari Produk A yang banyak terjual.. di kota apa aja… !!! Karena kalau setup kios/ gudang dll terlalu banyak menghabiskan cost…!!! Mungkin kota-kota besar aja bisa dibuat atau dipasarkan productnya…!!! Jangan terlampau banyak rantai distribusi… karena nggak bakalan nggak efisien.. malah ngerogoti cost aja.. ntar bakalan nggak kompetitif dengan harga pesaing…!!

Promotion
Sebenarnya ini pelengkap…!!! Karena jika productnya udah keren banget, harganya juga nggak matre, channel distribusinya oke punya… nggak udah dipromosiin juga udah langsung melejit… Tapi untuk sebagai promosi.. agar tak kenal maka tak sayang, yah bisa dilakukan promosi…!!! Tapi jangan sampai membebani.. . cost…!!!
Bisa dipilih blog sebagai sarana promosi… FJB yang murah meriah gratis malahan … sebagai pelengkap bisa pakai iklan TV.. biar menjangkau konsumen yang nggak melek internet…!!! Apa perlu model tertentu… bisa aja… atau bisa pakai model amatiran …tapi menohok kompetitor…!!! Maksudnya apa nih…??? Ya mungkin nte pnya sanak saudara yang mau jadi model iklan produk tertentu tentunya harus relevan..klo pasta gigi cari yang giginya putih dan bagus..hehhhe…Yang intinya.. konsumen biar melek.. bahwa disini terdapat sesuatu yang baru!

jadi… persaingan memang keras… yah ini bisnis gan…!!! tapi yang penting kan… caranya sehat… tidak ngelanggar hukum yang berlaku… bukan kah begitu gan ???

sumber : www.kaskus.us/showthread.php?p=582396169

Going to be the richest

Jika seseorang ingin menjadi kaya tanpa gajian, milikilah etos sebagai calon jutawan atau miliarder. Etos inilah yang dimaksud dalam DUA VERSUS DUA, yaitu dua yang “harus” dan dua yang “jangan”

HARUS yang pertama dari dua harus adalah HARUS SIAP BERPIKIR BESAR. Pasalnya, kalau Anda berpikir kecil, ruang lingkup peluang menjadi kecil pula, artinya kesempatan untuk menghasilkan keuntungan pun turut kecil.

HARUS yang kedua dari dua harus adalah HARUS SIAP MEMULAI DENGAN YANG KECIL. Artinya, sesuatu yang besar adalah akumulasi dari serpihan-serpihan pengalaman kecil yang akhirnya mengelembung menjadi BIG PROFIT.

JANGAN yang pertama dari dua jangan adalah JANGAN TAKUT MISKIN. Jika Anda sudah berasumsi takut miskin, pikiran dalam otak akan bekerja seperti yang Anda asumsikan, sehingga kaya pun menjadi suatu kemustahilan.

JANGAN yang kedua dari dua jangan adalah JANGAN TAKUT BANGKRUT. Pasalnya menjadi orang kaya bukan seperti pabrik yang memiliki mesin pencetak uang. Yang paling penting Anda adalah “ boleh sedikit rugi, akan tetapi untuk mencapai tujuan UNTUNG LEBIH BESAR “

Sumber : kaskus

Kiat Membangun Brand di Masa Kini

Kiat Membangun Brand Yang Kuat Ala Hermawan Kartajaya

Hermawan Kartajaya kembali membagi ide segar seputar dunia marketing. Inspirasi dari suhu marketing modern Philip Kotler itu dibagikan kepada peserta seminar MarkPlus di Surabaya, Senin (17/9) malam:

“Adakah perusahaan, yang ketika dia tutup dan produknya sudah tidak keluar, konsumen akan sedih?” pancing Hermawan Kartajaya memancing antusiasme peserta seminar.

Susah kan menyebutkan produk tersebut? Jika Anda menemukan jawaban atas pancingan Hermawan tadi, pastilah produk tersebut memiliki brand (merek) yang sangat kuat. Menciptakannya, tentu saja tidak cukup hanya dengan beriklan. Baik itu di media cetak (printing ad), iklan luar ruang (outdoor), maupun iklan-iklan model baru.
Hermawan yang juga founder dan President MarkPlus itu mengatakan untuk membangun brand yang kuat perusahaan tidak boleh hanya mengandalkan iklan. Perusahaan harus melakukan sesuatu yang mengena di benak konsumen, tidak sekadar menjual tetapi memiliki implikasi jangka panjang.

Menurut Asian Marketing Guru itu, perusahaan yang memiliki reputasi bagus tidak lagi memerlukan promosi, marketing, public relation, atau corporate social responsibility (CSR) karena hal itu telah terjadi dengan sendirinya.

“Cara baru membangun brand adalah dengan membentuk bisnis yang dicintai oleh karyawan perusahaan, masyarakat, dan investor,” ungkapnya.

Menurut Hermawan hal tersebut terkait reputasi. Bagi customer, reputasi yang baik akan menentukan keputusan membeli. Bagi karyawan perusahaan, nama baik akan memicu mereka untuk loyal dan berkomitmen. Reputasi juga bisa mengundang investor untuk menanamkan modalnya. Selain itu, nama baik juga akan menarik media untuk terus mengikuti perkembangan.

“Reputasi yang baik akan mendorong analis keuangan memberikan peringkat yang tinggi,” ujarnya.

Beberapa brand yang mampu meraih itu semua adalah The Body Shop dan produk Apple seperti IPod dan ITunes. The Body Shop, merek produk perawatan tubuh itu dikenal sebagai produk yang ramah lingkungan sehingga bisa mengambil simpati konsumen di seluruh dunia. Selain itu, Anita Roddick, pencipta merek tersebut, dikenal sebagai aktivis lingkungan hidup dan bisnisnya juga sangat concern terhadap perekonomian dunia ketiga.

Sedangkan produk-produk Apple dikenal memiliki reputasi tersendiri dibanding produk elektronik sejenis. Bahkan saat ini, perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs itu telah menjual jutaan keping produknya dan menciptakan konsumen yang loyal.

Dalam membangun brand yang kuat, kata Hermawan, harus dimulai dengan menyinergikan pikiran, hati, dan jiwa, yang lantas diimplikasikan kepada model bisnis dengan menciptakan misi, visi, dan nilai. Misinya, perusahaan bisa memberi manfaat kepada manusia dan lingkungan. Visinya, perusahaan bisa menjadi yang terdepan dalam menciptakan inovasi untuk memenuhi kebutuhan manusia. Dan nilainya adalah menciptakan nilai keekonomian, lingkungan yang sehat, dan mendukung perkembangan sosial.

Menurutnya, perusahaan perlu melakukan usaha-usaha untuk mempertahankan diri bagi orang-orang yang mencintai perusahaan. “Akhirnya, perusahaan akan mampu menciptakan brand-nya akan mempunyai brand integrity, brand identity, dan brand image,” katanya.